Solanum Carolinense , Terong Duri Yang Beracun

Solanum merupakan  genus tumbuhan yang terbesar di dunia,  karena genus memiliki lebih dari 1.500 spesies yang tersebar di seluruh pelosok dunia. Sehubungan dengan banyaknya spesies yang dimiliki oleh genus Solanum maka berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki dan  beberapa referensi, saya memberanikan diri untuk memasukkan terong duri yang saya temui kedalam spesies Solanum carolinense .

Solanum carolinense disebut juga dengan terong duri atau terong eri  karena seluruh permukaan tubuhnya banyak ditumbuhi rambut dan duri . Terong duri ini banyak ditemui hidup liar sebagai gulma di tanah-tanah kosong yang tidak terawat, di ladang yang tidak terurus, di tepi rel kereta api, dan di tepi- tepi  jalan. Foto  Solanum carolinense ini saya ambil dari  lokasi yang berada di tanah kosong tak terawat di Jl Raya Puntodewo Polehan, Malang ( Jawa Timur).

Terong Duri yang belum berbunga

Terong Duri yang belum berbunga , dan hama yang menyerangnya

Solanum carolinense  atau terong duri atau terong eri memiliki banyak nama umum , antara lain :  Carolina horsenetlle , devil’s tomato, aplle of soddom, bull netlle , horsenetlle , dan sebagainya.

Solanum carolinense  memiliki ciri-ciri sebagai berikut:Berupa herba tegak  dengan tinggi  ± 90 cm ; batang berbentuk silindris berwarna hijau keunguan yang permukaannya ditumbuhi bulu halus dan duri.

Daun berbentuk bulat telur ; tepi daun sedikit berombak; tangkai daun panjangnya ± ¼ dari panjang daun; permukaan daun bagian atas terdapat  duri berwarna hitam sedang pada permukaan daun bagian bawah dan tangkai daun terdapat duri yang berwarna hijau.

Permukaan atas daun ditumbuhi duri yang berwarna hitam

Permukaan atas daun ditumbuhi duri yang berwarna hitam

Bunga berwarna putih agak keunguan / ungu muda ;  mahkota sebanyak 5 helai yang menyatu pada bagian dasarnya; benang sari tumbuh pada dasar bunga,  berjumlah 5 buah; kepala sari berwarna kuning, lebih panjang dari putiknya; putiknya pendek dan tumbuh ditengah-tengah benang sari. Kelopak bunga berwarna hijau, berduri, berjumlah 5 helai .

Bunga berwana ungu muda dengan kelopak yang berduri

Bunga berwana ungu muda dengan kelopak yang berduri

Buah berbentuk bulat dengan diameter ±3 cm ; buah yang masih muda  berwarna hijau dengan bercak bercak putih dan beracun ,  jika sudah masak warnanya berubah menjadi  kuning dan kurang beracun. Setiap buah mengandung ± 40-120 biji  yang berbentuk bulat pipih berwarna putih tulang. Manusia tidak memakan terong ini.

Buah muda berwarna hijau dengan bercak- bercak putih, beracun

Buah muda berwarna hijau dengan bercak- bercak putih, beracun

Mamalia herbivor  umumnya tidak memakan terong duri /  Solanum carolinense , karena seluruh tubuhtanaman ini  ditumbuhi oleh duri, dan buahnya yang masih muda beracun. Pada umumnya yang memakan buah ini adalah hewan pengerat, karena berdasarkan hasil penelitian bahwa  penyebaran bijinya ada yang melalui saluran pencernaan hewan.

Klasifikasi pada Solanum carolinense

Kingdom            : Plantae

Sub Kingdom     : Trachaeobionta

Superdivisi         :  Spermatophyta

Divisi                 :  Magnoliophyta

Kelas                  : Magnoliopsida

Subklas              : Asteridae

Ordo                  : Solanales

Famili               : Solanaceae

Genus               : Solanum

Spesies             : Solanum carolinense

Kandungan senyawa aktif dalam Solanum carolinensis : glykoalkaloid ( alkaloid+gula) yang berupa Solanin, solanidine yang berpotensi racun, dan jika terserap oleh saluran pencernaan akan mengakibatkan iritasi dan gangguan system saraf. Gejala keracunan buah terong duri : mual, muntah, keluar air liur, diare/sembelit dengan atau tanpa darah, mengantuk, otot terasa lemah, tidak sadarkan diri, pemulihan bisa berlangsung 1 sampai 2 hari, dan bahkan bisa berujung pada kematian.

Manfaat Solanum carolinense : karena sifat toksisitasnya maka perlu berhati-hati dalam menggunakan buah tanaman ini sebagai obat. Buah harus dipanen ketika sudah masak lalu dikeringkan. Tumbuhan ini direkomendasikan untuk mengobati penyakit epilepsy, kejang-kejang pada otot, asma, dan untuk kumur bagi yang sakit tenggorokan .

Sumber :

http://www.illinoiswildflowers.info/prairie/plantx/hrs_nettlex.htm

http://plants.usda.gov/java/profile?symbol=soca3

http://cal.vet.upenn.edu/projects/poison/plants/pphorne.htm

4 thoughts on “Solanum Carolinense , Terong Duri Yang Beracun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s