SERUNYA MENJELAJAH GOA COBAN YANG EKSOTIS

Goa Coban, itulah nama Goa Eksotis yang terletak  di Desa Bajul Mati , Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang. Goa ini merupakan satu diantara beberapa goa yang terdapat di sepanjang pantai selatan . Goa Coban merupakan salah satu obyek Pariwisata  di Malang yang layak untuk diperhitungkan

Mulut Goa Coban

Mulut Goa Coban

Keunikan dalam menjelajahi Goa Coban ini adalah perjuangan yang harus kita lakukan untuk mencapai target tujuan yang ada  di dalam Goa. Mulai dari berenang, berjalan kaki pada batuan terjal, menyusur sungai,mendaki, merunduk, jongkok,  dan bahkan merangkak semuanya  harus kita lakukan , pendek kata penjelajahan yang seru dan menantang .

Di dekat daerah Konservasi Sitiarjo, Kec. Sumber Manjing Wetan terdapat beberapa Goa, antara lain :  Goa Cina, Goa Coban, dan Goa Jenggot. Sebagaimana daerah pantai bergunung kapur lainnya yang juga  ditemukan banyak Goa. Lokasi Goa Coban  berjarak  ± 58 km sebelah selatan dari Kota Malang.

Posisi Bajul Mati terhadap Kota malang

Posisi Bajul Mati terhadap Kota malang

Setiap Goa memiliki keunikan dan kekhasannya masing-masing. Demikian juga bentuk dan warna stalaktit dan stalagmit yang menghiasi goa menjadi daya tarik tersendiri dan merupakan ciri keeksotisan suatu goa. Stalaktit dan stalakmit di Goa Coban umumnya berwarna coklat ,hal ini disebabkan oleh kandungan mineralnya .

Seperti pada gambar dibawah ini Stalaktit berbentuk taring raksasa berwarna coklat. Bisa kita bayangkan berapa puluh juta tahun stalaktit tersebut dibentuk, jika setiap tahun pertumbuhan stalaktit  hanya berkisar ± 0,3 mm .

Stalaktit berbentuk Taring

Stalaktit berbentuk Taring

Goa Coban adalah Goa eksotis yang masih belum banyak dikunjungi wisatawan  .Kebanyakan wisatawan yang ke daerah Malang selatan hanya sampai ke Goa Cina di Sumbermanjing Wetan saja karena lokasinya mudah dijangkau. sedangkan  letak Goa Coban  sangat tersembunyi . Untuk mencapai Goa Coban kita pertama kali harus berjalan kaki melewati sungai kecil atau  jalan yang terjal dan berair seperti gambar berikut ini

Perjalan awal menuju Goa Coban

Perjalan awal menuju Goa Coban

Jalan yang terjal ini kemudian akan  berakhir dengan  kolam yang cukup dalam  yang dikelilingi  oleh bongkahan – bongkahan batu kapur berwarna putih..

Bongkahan batu di tepi kolam di seberang mulut Goa Coban

Bongkahan batu kapur  di tepi kolam di seberang mulut Goa Coban

Untuk menuju mulut Goa Coban, kita harus berenang menyeberangi kolam yang cukup dalam , sepanjang ± 10 m. Bagi yang tidak bisa berenang harus menggunakan pelampung dan berpegangan pada tali  tambang yang telah diikatkan antara bongkahan batu di mulut Goa dengan  bongkahan batu kapur  yang ada di seberang kolam.

Menyebarangi kolam menuju mulut Goa CobanCoban 5

Menyebarangi kolam menuju mulut Goa Coban

Setelah mencapai mulut Goa, tibalah pada goa yang gelap gulita, sehingga harus dibantu dengan menggunakan lampu penerangan

Keadan di dalam Goa yang gelap gulita

Keadan di dalam Goa yang gelap gulita

Sebelum memulai penyusuran Goa, Pemandu wisata  memimpin doa bersama  dan juga mengumandangkan Adzan dan Qomat. Setelah selesai membaca doa, penyusuran goa pun siap dimulai. Medan di dalam Goa cukup rumit dan rawan cedera sehingga perlu kehati-hatian,  karena Goa yang sempit, gelap, terjal, dan bersungai.

Perjalanan di dalam Goa  kemudian diawali dengan berjalan kaki pada lorong goa yang sempit dengan lantai goa yang berair, perjalanan harus dilakukan perlahan-lahan dan hati-hati. Agar penyusur tidak jatuh, maka harus berpegangan pada dinding Goa atau saling perpengan tangan dengan teman di depan atau dibelakangnya

Perjalan awal di dalam goa yang gelap dan sempit

Perjalan awal di dalam goa yang gelap dan sempit

Usai menyusuri sungai kecil, perjalanan dilanjutkan dengan melalui  jalan berbatu yang sempit dan terjal , kemudian  perjalanan dilanjutkan dengan masuk ke sungai kecil pada lorong goa yang sempit dengan  atap goa yang semakin lama semakin rendah sehingga kita harus berjalan sambil merunduk agar kepala tidak terbentur atap goa.

Berjalan sambil merunduk

Berjalan sambil merunduk

Karena atap goa semakin rendah maka kita harus semakin merunduk bahkan berjalan sambil jongkok  dan  berpegangan pada atap goa untuk menjaga keselamatan kepala kita.

Berjalan sambil jongkok

Berjalan sambil jongkok

Dan pada akhirnya sampailah pada  tempat dimana semua harus benar-benar marangkak karena jarak antara  atap Goa dan dasar goa yang sangat pendek.

Merangkak seperti bayi

Merangkak seperti bayi

Perjalanan kemudian dilanjutkan masuk kembali kedalam sungai yang sedalam pinggang . Tampak warna dinding Goa Coban begitu indah.

Masuk ke dalam sungai

Perjalanan kembali dilanjutkan melalui jalan berbatu terjal dengan atap goa yang rendah sehingga kembali harus berjalan sambil merunduk.Kemudian perjalanan harus melalui jalan sempit yang berada diantara diding goa dan sungai, sehingga harus pelan pelan dan hati-hati sambil berpegangan pada dinding goa, yang kemudian kembali masuk ke dalam sungai. Dalam goa yang gelap gulita itu ditemukan makhluk hidup yang berupa jamur berwarna putih dan udang kecil.

Berjalan merayap sambil berpegangan dinding Goa

Berjalan merayap sambil berpegangan dinding Goa

Kemudian berjalan lagi pada jalan terjal sempit dan mendaki, jika takut jatuh harus merangkak pelan-pelan.

Setelah melalui perjalan yang berbatu terjal sampailah pada satu titik  dimana terdapat stalaktit dan stalakmit yang menyerupai singgasana, sehingga tim penjelajah berpose sejenak di atas singgasana  yang indah ini

Berpose di atas Singgasana

Berpose di atas Singgasana

Perjalan yang lebih seru dilanjutkan lagi dengan masuk ke sungai yang cukup dalam , dimana ada  tempat yang memiliki  jarak antara permukaan air dan dinding goa sangat pendek, sehingga untuk melewatinya bisa dilakukan  dengan cara seperti di bawah ini

Perjalanan yang  menegangkan bagi yang tidak pandai berenangRute yang menegangkan bagi yang tidak pandai berenang

Inilah target atau tujuan utama dalam penjelajahan Goa Coban, sebuah kolam kecil  yang berhubungan langsung dengan udara luar dengan lubang berbentuk lorong bulat seperti sumur. Kolam kecil ini bisa memuat  4 orang.

Target Utama sebagai titik akhir Penjelajahan Goa Coban

Target utama sebagai titik akhir Penjelajahan Goa Coban

Penjelajahan Goa Coban, sebuah perjalanan yang seru dan tidak mudah,  sebuah perjalanan yang bisa mengingatkan kita atas kebesaran Nya,  sebuah perjalanan yang dapat memupuk rasa kebersamaan antar sesama,  sebuah perjalanan yang dapat membuncahkan rasa kebahagiaan  , sebuah perjalanan yang dapat menyadarkan kita bahwa lukisan alam jauh lebih  indah dari segalanya.

Di akhir perjalanan,  yang bisa terucap hanyalah  Subhanallah…………

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s