Crassocephalum crepidioides, Si Gulma Aromatik

Crassocephalum crepidioides merupakan herba aromatik yang berbatang lunak dengan tinggi mencapai ± 1 m. Tanaman ini banyak dijumpai sebagai gulma di tanah perkebunan, juga tumbuh liar di areal yang subur dan agak basah. Crassocephalum crepidioides berasal dari Afrika Tropis yang kemudian menyebar ke seluruh daerah beriklim tropis di Asia. Di Indonesia Crassocephalum crepidioides pertama kali ditemukan di Daerah Medan –Sumatera Utara, lalu menyebar ke Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan seluruh wilayah Nusantara. Karena menyebaran ke seluruh wilayah Nusantara maka Crassocephalum crepidioides memiliki bermacam- macam nama daerah, di Jawa disebut dengan nama Junggul , Sintrong, Jombloh, Taplek, puyung, mandrung-mandrung. di Sunda tanaman ini disebut Bagini, Jambrong, Tespong.

Crassocephalum crepidioides

                                                 Crassocephalum crepidioides

I. MORFOLOGI TANAMAN:
1. Habitus :
Berupa herba tegak, berbatang lunak tidak berkayu, tinggi batang bisa mencapai ± 1 m. Jika batang atau daunnya diremas akan mengeluarkan aroma yang mirip dengan aroma mangga kuweni. Tumbuhan ini memiliki banyak percabangan.

Habitus Crassocephalum crepidioides / Junggul

Habitus Crassocephalum crepidioides / Junggul

2. Batang ;
Batang Crassocephalum crepidioides lunak dan berair, Permukaan batang beralur dan berambut pendek. Batang memiliki banyak percabangan. Batang yang sudah tua memiliki rongga di tengahnya.

Batang Crassocephalum crepidioides / Junggul

Batang Crassocephalum crepidioides / Junggul

3. Daun :
Daun Crassocephalum crepidioides tipis , lebar, lunak dengan permukaan sedikit berambut pendek; memiliki bentuk yang bervariasi, tapi secara umum berbentuk lonjong Pertumbuhan daun tersusun secara spiral. Ukuran daun lebar ± 8 cm , dengan panjang ± 12 cm. Tepi daun bergigi yang tidak teratur. Tidak memiliki tangkai daun.

Bentuk daun pada Pucuk batang Crassocephalum crepidioides

                     Bentuk daun pada Pucuk batang Crassocephalum crepidioides

DaunCrassocephalum crepidioides / Junggul

             Bentuk  Daun  pada batang bagian bawah Crassocephalum crepidioides / Junggul

4. Bunga :
Bunga Crassocephalum crepidioides berupa bunga majemuk yang tersusun dalam bentukan seperti cawan , yaitu bentukan semacam kelopak yang berwarna hijau dengan ukuran panjang ± 1,5 cm dan Ø ± 0,5. cm. Tangkai bunga majemuk mengangguk, dan akan menjadi tegak setelah terjadi penyerbukan dan buahnya mulai tumbuh.
Bunga tunggal berbentuk tabung dengan panjang ± 1,5 cm; mahkota bunga berwarna orang atau merah , berjumlah 5 dengan dasar yang menyatu membentuk tabung.

Bunga Crassocephalum crepidioides / Junggul

                                             Bunga Crassocephalum crepidioides / Junggul

5. Buah ;
Buah Crassocephalum crepidioides tersusun dalam bentukan seperti bola yang tersusun dari rambut-rambut halus berwarna putih. Buah tunggal berbentuk silindris; keras; berwarna coklat tua; bagian permukaannya berusuk banyak; berukuran panjang ± 2 3 mm dan Ø ± 0,5 mm. Pada bagian ujung dari setiap buah tunggal memiliki rambut berwarna putih halus mengkilat dengan panjang ± 1,5 cm. Adanya rambut-rambut yang panjang memungkinkan penyebaran buah / bijinya dibantu oleh angin ( Anemokori).

Buah Crassocephalum crepidioides / Junggul

  Buah  Majemuk Crassocephalum crepidioides / Junggul

Buah / Biji  Crassocephalum crepidioides / Junggul

                                 Buah / Biji  Tunggal Crassocephalum crepidioides / Junggul

6. Akar :
Berupa akar yang lunak, pendek dan tidak kuat, sehingga mudah dicabut. Dengan demikian walaupun Crassocephalum crepidioides / Junggul merupakan gulma tapi dengan mudah dapat diatasi.

II. KLASIFIKASI :
Kimgdom          : Plantae
Divisio               : Spermatophyta
Sub Divisio        : Angiospermae
Kelas                : Dicotyledonae
Ordo                 : Asterales
Famili                : Asteraceae
Genus              : Crassocephalum
Spesies             : Crassocephalum crepidioides
Sinonym            : Crassocephalum diversifolium Hiern
Senecio hieraciifolia L
Erecthites hieraciifolia [L.] Raf. ex DC.
Crassocephalum crepidioides f. luteum (Steen.) Belcher
Crassocephalum crepidioides var. lutea Steen
Gynura crepidioides Benth. (1849)
Gynura diversifolia Sch.Bip. ex Asch.
Gynura microcephala Vatke
Gynura polycephala Benth.
Senecio crepidioides Benth

III. KANDUNGAN SENYAWA AKTIF :
Daun Crassocephalum crepidioides mengandung : α-caryophyllene (10,29%), β-cubebene (13,77%), α-farnesene (13,27%), sedang batangnya mengandung : timol (43,93%), α-caryophyllene (15.16%) dan 4-cyclohexybutyramide (20,94%).

IV. MANFAAT / PERANAN :
Di Idonesia , khususnya di Jawa daun Junggul di gunakan sebagai sayuran pada menu pecel dan urap, sedang di Sunda sering dimanfaatkan sebagai lalapan. Selain bisa dimanfaatkan sebagai sayur, maka Crassocephalum crepidioides / Junggul juga dimanfaatkan sebagai obat tradisional , antara lain sebagai astringent, antiradang, hemostatis, tonikum, pencahar, dan emetik (perangsang muntah). Namun demikian tumbuhan ini ditengarai mengandung alkaloida pirolizidina yang bisa memicu tumor.
Dalam ekosistem Crassocephalum crepidioides merupakan Gulma yang invasif, namun gulma ini mudah untuk diberantas karena perakarannya lemah dan mudah dicabut.

Sumber :
1. http://id.wikipedia.org/wiki/Sintrong
2. Biotrop
3. http://www.cabi.org/isc/datasheet/15870
4. http://www.ccsenet.org/ijc International Journal of Chemistry Vol. 4, No. 2; April 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s